Pembuatan Tipiṭaka Dalam Bentuk Suara

Mempertimbangkan bahwa upaya penyebaran Kitab Suci Tipiṭaka untuk diketahui masyarakat umum dalam bentuk buku mendapati beberapa kendala, muncul ide untuk membuatnya lebih mudah, yaitu dalam bentuk suara. Muncul kemudian proyek pembuatan Suttapiṭaka dalam bentuk suara yang dinamakan “Proyek Suara Sutra”.

Proses pengelolaan proyek ini jauh lebih sulit daripada pencetakan buku, tetapi setelah berhasil, penyebarannya/pengedarannya jauh lebih mudah, praktis dan ekonomis daripada dalam bentuk buku. Dalam proyek ini, Suttapiṭaka dipilih sebagai yang awal karena Suttapiṭaka cenderung yang berkaitan langsung dengan kehidupan Umat Buddha pada umumnya. Sisi Vinayapiṭaka dan Abhidhammapiṭaka tetap menjadi bahan pertimbangan untuk dibuat di kemudian hari, disesuaikan dengan situasi, kondisi dan kemampuan panitia. Pembacaan Sutta dilakukan secara edukatif, yaitu membaca secara baik dan benar sesuai dengan kaidah Tata Bahasa Pāli, bukan menurut versi daerah/negara tertentu.