Sekilas Tentang

Suara Sutra

Proyek Suara Sutra ini adalah buah pemikiran dan impian Ytm. Bhante Dhammadhīro Mahāthera dari rasa keprihatinan Beliau terhadap sebagaian besar Umat Buddha yang masih sedikit tahu atas kitab sucinya sendiri, yaitu Tipiṭaka/Tripitaka.

Ini didasari pada pencermatan beliau atas sejumlah kesalahterjemahan Kitab Suci Tipiṭaka yang telah ada di Indonesia (yang kadang sangat jauh dari arti sebenarnya) yang merupakan terjemahan dari bahasa kedua, seperti Inggris, Thai, dll.

Kondisi ini dapat berakibat ke kekeliruan cara mengerti Umat Buddha terhadap Ajaran Buddha yang sebenarnya. Mereka tidak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah karena masing-masing tidak memiliki pengetahuan memadai untuk menelusurinya langsung dari sumber aslinya, yaitu Tipiṭaka.

Terlebih lagi, sebagian Umat Buddha mengira bahwa Kitab Suci Agama Buddha itu hanya Paritta Suci dan Dhammapada saja. Selain hal itu, cara membaca Wacana Pāli oleh sebagian besar Umat Buddha belum sesuai dengan kaidah tata cara yang baik dan benar.

Membaca secara keliru memberi arti berbeda dari yang seharusnya. Proyek Suara Sutra ini merupakan proyek universal yang tidak mengatasnamakan satu lembaga/daerah/negara tertentu, dan adalah proyek nirlaba berupa program kepedulian kepada kemanusiaan atau bahkan terhadap sesama makhluk.

Sebagaimana mereka membutuhkan hal-hal yang dari dulu sampai sekarang kita butuhkan, yaitu Dhamma/hal-hal inspiratif yang mendatangkan manfaat.

VISI

Sebagai organisasi sosial nirlaba yang berperan aktif mendukung masyarakat Buddhis pada khususnya dalam mempelajari, mendalami, mempraktikkan dan melestarikan Ajaran Buddha sebagaimana tercantum dalam Tipiṭaka sebagai sumber acuan Ajaran Buddha yang sebenarnya, guna meningkatkan nilai-nilai kemoralan dalam bermasyarakat dan berbangsa hingga mencapai cita-cita terluhur manusia yaitu Nibbāna.

MISI

  1. Membantu masyarakat Buddhis dan orang-orang yang tertarik pada Ajaran Buddha untuk mengetahui dan mengerti arti dari Kitab Suci Tipitaka secara benar sehingga dapat menjadi patokan dalam berpandangan dan berpraktik secara benar.
  2. Mengagungkan kemuliaan Sang Buddha dan melestarikan Ajaran Buddha.
  3. Sebagai wadah berbuat bajik bagi para partisipan Proyek dalam upaya mengembangkan nilai-nilai spiritualnya.